Pangkalan arrow Area Kerja arrow Madiun
Narrow screen resolution Wide screen resolution default color green color orange color
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Google Search



Visitors

Today37
Week302
Month837
Pengunjung123119

(C) Fliesenstadt

Login Form






Lost Password?
Madiun PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 03 April 2008
 
 
 
 

 

Kabupaten Madiun, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro di utara, Kabupaten Nganjuk di timur, Kabupaten Ponorogo di selatan, serta Kota Madiun, Kabupaten Magetan, dan Kabupaten Ngawi di barat. Ibukotanya adalah Madiun, namun sebagian besar gedung-gedung pemerintahan berada di kota Caruban.

Madiun dilintasi jalur utama Surabaya-Yogyakarta, dan kabupaten ini juga dilintasi jalur kereta api lintas selatan Pulau Jawa. Kota-kota kecamatan yang cukup signifikan adalah Caruban, Saradan, dan Balerejo.

Bagian utara wilayah Madiun berupa perbukitan, yakni bagian dari rangkaian Pegunungan Kendeng. Bagian tengah merupakan dataran tinggi dan bergelombang. Sedang bagian tenggara berupa pegunungan, bagian dari kompleks Gunung Wilis-Liman. Kabupaten Madiun terdiri atas 15 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Dalam percakapan sehari-hari penduduk kabupaten Madiun menggunakan Bahasa Jawa dengan Dialek Madiun.

Kabupaten Madiun ditinjau dari pemerintahan yang sah, berdiri pada tanggal paro terang, bulan Muharam, tahun 1568 Masehi tepatnya jatuh hari Kamis Kliwon tanggal 18 Juli 1568 / Jumat Legi tanggal 15 Suro 1487 menjadi Jawa Islam

Di Madiun, staf penggerak komunitas ALHA-RAKA memulai kerja di Bangunsari Caruban sejak tahun 2006. Staf penggerak ALHA-RAKA sebelum bekerja mendorong masyarakat untuk secara bersama-sama menyelesaikan berbagai persoalan, terutama persoalan ekonomi, dia melakukan pemetaan wilayah dan persoalan. Hasil pemetaan yang dilakukan bersama-sama dengan komunitas dimana staf penggerak bekerja ini, digunakan sebagai data awal bersama dalam melihat berbagai permasalahan di wilayah Madiun.

Setelah dua tahun bekerja di Bangunsari dan melakukan pemetaan dan menjalin hubungan dengan kelompok-kelompok lain, kelompok yang digerakkan oleh staf penggerak ALHA-RAKA memiliki jaringan dengan beberapa kelompok masyarakat yang ada di wilayah Madiun. Kelompok-kelompok diluar Bangsunsari masing-masing memiliki penggerak  yang menjalin komunikasi dan didorong oleh penggerak ALHA-RAKA. Kelompok-kelompok ini, baik di Bangunsari maupun diluar Bangunsari melakukan kegiatan-kegiatan kongrit untuk menjawab kebutuhan.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk menjawab isu ekonomi, politik dan budaya  yang dilakukan  oleh kelompok-kelompok tersebut antara lain: penguasaan Alokasi Dana Desa agar bisa digunakan oleh masyarakat sebaik mungkin menanggulangi kemiskinan dan mengurangi kebocoron, pemenuhan kebutuhan bagi pedagang pasar, beternak secara bersama-sama, bernegosiasi dengan pihak pemerintah dalam memanfaatkan berbagai proyek pemerintah, mendirikan dan menjalankan koperasi untuk memenuhi kebutuhan modal kerja.

Saat ini di wilayah Caruban-Madiun dan sekitarnya telah terbentuk Forum Bersama Membangun Caruban (FBMC), sebuah forum aliansi antar kelompok yang digunakan un tuk melakukan advokasi dan pendidikan rakyat terutama anggotanya.

Last Updated ( Thursday, 19 February 2009 )
 
Koperasi Mitra Annisa.jpg

Events Calendar

< September 2010 >
S M T W T F S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2
ShoutMix chat widgetLocations of visitors to this page