Pangkalan arrow Tentang Kami
Narrow screen resolution Wide screen resolution default color green color orange color
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Google Search



Visitors

Today42
Week211
Month746
Pengunjung123028

(C) Fliesenstadt

Login Form






Lost Password?
Membangun Jiwa Sosial di Pagar Rumah Mbok Paini PDF Print E-mail
Monday, 08 September 2008

Mengisi kemerdekaan bagi kelompok OGIP (Organisasi Gempolpait Ingin Perubahan) yang berada di Dusun Gempolpait Banjardowo Jombang, merupakan kewajiban. Disamping untuk menjaga rasa cinta tanah air juga menanamkan jiwa solidaritas dan sosial antar warga. Salah satunya dengan membantu Mbok Paini, janda tua, memperbaiki pagar rumah.

Nampak guratan ceria di wajah Mbok Ni, sapaan akrab Paini, ketika menjumpai belasan anak muda-mudi yang sibuk memotong bambu di samping rumah sederhananya yang berada tepat di perempatan jalan Dusun Gempolpait. Paini kini usianya semakin senja, hampir mendekati 70 tahun, tenaganya pun berangsur-angsur melemah. Wajar jika kondisi pagar bambu di depan rumahnya yang rusak tak mampu ia perbaiki. Sebagai tetangga, Suparman, mengusulkan para pemuda yang tergabung dalam wadah organisasi OGIP untuk membuat aksi sosial di bulan kemerdekaan Indonesia. Usulan tersebut akhirnya menjadi kesepakatan bersama, bahwa semua anggota akan membantu dengan suka rela tanpa pamrih.

Dengan mengingat perjuangan para pahlawan melalui proses panjang dan taruhannya adalah nyawa. Menjadikan penyemangat tersendiri dalam mengiringi para pemuda untuk bersama-sama menanamkan jiwa peduli terhadap sesama. ”Meski sudah merdeka, tidak lantas kita diam saja tanpa perjuangan. Namun konteks perjuangan kami berbeda dengan berbagi kepada sesama meski hanya berupa tenaga. Perjuangan kami berkumpul bersama-sama merupakan wujud satu hati dan solidaritas antar sesama. Jadi kemerdekaan bagi kami mempunyai makna kebersamaan. Karena tidak mungkin dapat terwujud sebuah pagar sederhana yang terbuat dari bambu tanpa bantuan dan persatuan para pemuda,” jelas Rosyid, Wakil Ketua OGIP.

Hal senada juga dituturkan oleh Hermin Maslamah, salah satu pengurus OGIP ini mengakui bahwa kemerdekaan adalah bebas dari belenggu apapun. Namun tidak akan bermakna kemerdekaan kalau pemuda tidak bebas dalam mengemukaan pendapat, dan berekspresi. ”Kini tercatat 63 tahun lamanya, namun kemerdekaan belum sepenuhnya milik rakyat. Terbukti kondisi rakyat semakin susah. Melambungnya harga kebutuhan pokok, membuktikan bahwa kemerdekaan rakyat telah dirampas oleh pemerintah sendiri melalui pemotongan subsidi diberbagai bidang. Bagi kami pemuda melihat hal tersebut sangat menyayat hati, namun apa hendak dikata kondisi pemuda Gempolpait pun banyak yang menganggur, jadi tidak bisa membantu dengan materi, namun hanya berupa tenaga,” ungkap Hermin selaku bendahara umum organisasi

Membantu Mbok Ni bagi orang kaya tentunya sangat mudah. Namun bagi pemuda umumnya yang masih pengangguran tentunya sangat berarti. ”Untuk bambunya sebagai material utama, kami sengaja meminta bantuan warga yang masih mempunyai bambu di pekarangan rumahnya. Membantu warga yang tak mampu merupakan aksi sosial yang harus terus dilakukan secara berkala. Untuk menguatkan rasa kepedulian para pemuda, agar tidak menjadi orang yang anti pati terhadap persoalan sosial ditengah hidup bermasyarakat,” tambahnya.

Adapun rangkaian kegiatan di bulan Agustus, seperti tahun-tahun sebelumnya yakni mengadakan tasyakuran berdoa bersama dan pengajian umum di masjid Al-Irsyad. Ke esokan harinya yakni tepat tanggal 17 Agustus, berbagai lomba untuk anak digelar diperempatan dusun. Rutinitas tersebut sudah dilakukan bertahun-tahun, untuk itu ketika para pemuda tidak membuat kegiatan tentunya terasa sepi. Hal ini diungkapkan oleh Sunar, salah satu warga yang juga turut berpartisipasi dalam pagelaran kesenian ludrukan. ”Tanpa peran pemuda tentunya dusun akan terasa sepi. Untuk itu marilah kita dukung secara bersama-sama usaha para pemuda ini dalam mewarnai kemerdekaan dengan mengisi berbagai kegiatan yang semua tampilan dari putra-putri kita sendiri. Tujuannya tak lain adalah menggali potensi para penerus generasi pejuang di Dusun Gempolpahit, agar terus berkreasi dan belajar,” ucapnya disela-sela sambutan mewakili Kepala Dusun Gempolpait. (Diana)

Last Updated ( Monday, 08 September 2008 )
 
< Prev   Next >
Marut.jpg

POJOK

Sample Image

Alha-raka use village women cooperatives as a media to promote socio-economic development as well as to enhance their understanding about democracy and good governance.  It is expected that these activities will be able to influence the development of economic activity initiatives, and to improve women’s capacity to get involved in the local development processes.

Further... it's as long as the experience we have, we're sure that to improve and promote poeple (the poor) political participation we have to begin in the lower level of the state administration.  

 

Read more...
 

Events Calendar

< September 2010 >
S M T W T F S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2
ShoutMix chat widgetLocations of visitors to this page